CIRMA NTT- Pemda TTU Berkolaborasi Menanam Pinang Betara

Jumlah pinang yang ditanam sebanyak 1200 pohon dan jenisnya bibit unggulan yakni pinang Betara. Bibit unggulan ini didatangkan dari Sumatera dan keunggulan pinang ini hanya dalam 4 tahun sudah berbuah.

BERITA

2/2/20262 min temps de lecture

CIRMA NTT, Media Flores, Yayasan Nusa Timor Mandiri berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Timor Tengah Utara melakukan penanaman Pinang untuk menjaga alam, membangun ekonomi sebagai bentuk dukungan pembangunan TTU di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara pada Rabu (17/12/2025).

Jumlah pinang yang ditanam sebanyak 1200 pohon dan jenisnya bibit unggulan yakni pinang Betara. Bibit unggulan ini didatangkan dari Sumatera dan keunggulan pinang ini hanya dalam 4 tahun sudah berbuah.

John Mangu Ladjar selaku Direktur Yayasan Centrum Institute Rakyat Mandiri (CIRMA) saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa pihaknya selama membina pukuhan desa di daratan Timor mereka melihat pinang yang ditanam adalah varietas lokal dengan usia produksi yang sangat lama atau mencapai usia 7 hingga 10 tahun baru berbuah. Sehingga pihaknya mendatangkan bibit pinang Betara dari Jambi dengan usia produksi hanya 4 tahun sudah berbuah", kata Jhon.

Menurut Jhon, Desa Faenake adalah pilot projek untuk penanaman pinang Betara dan ke depan bibit pinang tidak didatangkan dari luar TTU karena pembibitan akan dibuat di Desa Faenake. Sehingga desa lain di TTU nanti akan disokong oleh Desa Faenake.

"CIRMA NTT memilih Desa Faenake untuk penanaman pinang Betara karena desa tersebut masuk dalam 5 desa di Kecamatan Bikomi Utara yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste. Sebab program CIRMA adalah mengangkat komunitas masyarakat miskin ataupun yang miskin ekstrim di daerah perbatasan negara supaya mereka mencapai kehidupan yang lebih baik", ujar John.

Ditambahkan John bahwa sumberdaya alam di Desa Faenake sudah sangat bagus dan tinggal masyarakat yang harus dipicu. Karena masyarakat terlalu lama membeli pinang kering dari luar TTU dan lupa menanam sehingga perlu dipicu supaya mereka menanam.

Lebih jauh John mengatakan pinang Betara yang ditanam bersama masyarakat Faenake itu produksi per tandan bisa menghasilkan 5 hingga 10 kilogram pinang mentah. Sehingga dengan menanam 1200 pohon dan kalau pinang Betara itu yang berhasil tumbuh 500 pohon saja maka bisa menghasilkan lebih dari 5 ton. Dan pinang Betara ini akan berbuah setiap bulan sehingga kita berharap agar masyarakat bisa merawatnya supaya tumbuh dengan baik

Sementara Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu menyampaikan bahwa Pemerintah dan masyarakat TTU sudah waktunya wajib menanam pinang. Sebab masyarakat NTT keseluruhan dan TTU konsumsi pinang sangat besar dan harus membeli pinang kering dari Jambi. Setiap tahun dana sebesar Rp 700 miliar lebih dari NTT dihabiskan untuk membeli pinang", kata Kamilus.

"Padahal masyarakat yang membeli pinang itu rata-rata para penerima PKH. Seharusnya uang ratusan miliar itu berputar di TTU ataupun NTT umumnya bukan dihabiskan untuk membeli pinang. Karena itu, sekarang bibit pinang Betara sudah didatangkan ke TTU sehingga masyarakat harus menanam sendiri dan ke depan jangan membeli pinang kering lagi", ujar mantan staf Ahok ini.

Jadi ke depan, salah satu program yang akan dilakukan Pemda TTU melalui Dinas Pertanian adalah menanam pinang. Sehingga pada masa yang akan datang juga TTU bisa menjual pinang dalam skala besar. Sebab wilayah TTU itu tanahnya subur tetapi justru masyarakat membeli pinang kering dari daerah lain dan itu memalukan", kata Kamilus (SK).

Berita ini telah tayang di RRI.co.id dengan judul : CIRMA NTT- Pemda TTU Berkolaborasi Menanam Pinang Betara

Link Berita: https://rri.co.id/atambua/daerah/2050080/cirma-ntt-pemda-ttu-berkolaborasi-menanam-pinang-betara